Begins April 13, 09

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday416
mod_vvisit_counterYesterday656
mod_vvisit_counterThis week3645
mod_vvisit_counterThis month16019
  :: lowongan Adira Finance tax officer dan Tax Supervisor   :: English-Language Academic Publishing   :: Beasiswa Swedia   :: CDSSEA Scholarships Available for Master's Programs in Development Studies, Academic Year 2014   :: Dies FISIP UI ke 46 dan UI ke 64   :: Kuliah Umum: Prof.Dr.Saskia Wieringa; Perkosaan, kekuasaan dan patriarki   :: Diskusi Kebijakan Publik dan Platform PKS dengan CEPP FISIP UI   :: Admin Operation   :: PhD in Anthropology and Disasters   :: Magang di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI)   :: The GIGA German Institute of Global and Area Studies jointly with the University of Hamburg seek to   :: INTERNATIONAL CONFERENCE ON NEW HORIZONS IN EDUCATION INTE 2013 ROME – ITALY 25-27 June 2013   :: PhD scholarship on REDD+   :: Türkiye scholarship   :: Ph.D Studentship in Management and Business Studies or Economics   :: The BIGSSS Ph.D. Scholarship Program   :: INTERNATIONAL DISTANCE EDUCATION CONFERENCE IDEC 2013 Suwon/KOREA   :: Ritsumeikan Asia Pacific University   :: Informasi AUN – China Scholarship   :: AUN Student Exchange   :: Pendaftaran Beasiswa Pascasarjana Luar Negeri Dirjen Dikti Gelombang ke-2 tahun 2013   :: Austria-Indonesia Scholarships   :: Beasiswa Tanoto Foundation   :: Georg Forster Research Award 2013   :: USAID Scholarship PRESTASI II   :: Hibah Penelitian S1-S3   :: Full academic scholarships for applicants to PhD or MA in Civilization Studies   :: Graduate Programme for Transcultural Studies   :: Beasiswa S2 Luar Negeri Kementerian Kominfo 2013   :: PhD Studentships School of Business and Management   :: David Parkin PhD Scholarship for Overseas Students   :: Sheffield Political Economy Research Institute (SPERI) PhD Studentship   :: Scholarship Program in Chulalongkorn University for ASEAN Countries   :: Nanyang Technological University Ph.D. Scholarship 2013/2014   :: Seminar-lokakarya Nasional   :: Key Account Executive di Lufthansa   :: Beasiswa dari Ritsumeikan University   :: The Emile-Boutmy scholarship   :: Fellowship from Hongkong Baptist University   :: Beasiswa Oxford University   :: Quest for a vision: views and perspectives on the future of the relations   :: DIKTI PhD Scholarship – special channel for the Netherlands   :: Beasiswa dari pemerintah Swiss   :: Full-time Funded Research Studentship in Criminology   :: CIPE 2012 International Youth Essay Competition   :: Asia Journalism Fellowship 2013 opens for applications   :: Anthropological Ling; Discourse Analysis; Socioling: PhD Student, University of Oslo, Norway   :: DAAD Research Grants for Indonesian   :: Swiss Government Excellence Scholarships for Foreign Scholars and Artists   :: Master of Public Policy and Management Programme - Brunei   :: Social Science PhD Student vacancies   :: Beasiswa S2/S3 Luar Negeri Ditjen DIKTI   :: DAAD - Master's Scholarships for Public Policy & Good Governance (PPGG)   :: 2012 JIIA Fellowship Program   :: IGSP Scholarship Scheme for Indonesian Lecturer and Researcher   :: 40 Doctoral College PhD studentships   :: Westminster International Scholarships   :: Sri Lankan Government Scholarships   :: beasiswa Ph.D   :: Orange Tulip Scholarship 2012/2013   :: Cognitive Linguistics, Discourse Analysis, Spoken Language   :: SEADI Scholarship Program   :: Swiss Government Scholarships   :: Beasiswa S2 Luar Negeri Kementrian Kominfo 2012   :: New Zealand ASEAN Scholar Awards   :: Ancora Foundation Graduate Fellowship   :: PhD and Master Scholarship at Washington University in St. Louis   :: The Graduate Institute of International and Development studies   :: University Doctoral Studentships   :: University of Nottingham & Durham University   :: Tanoto Foundation untuk S1 dan S2   :: The Swedish Institute Study Scholarships   :: Ph.D Position by Bill & Melinda Gates Foundation   :: Beasiswa Program Pelatihan CIUP-CUD 2012-2013   :: Bocconi Scholarship for International Students   :: State Responses towards Fundamentalism   :: Exchange Fellowship Programme 2011   :: Endevour Awards   :: Beasiswa Henri untuk Magister   :: Henri Internship   :: Social Sciences PhD Scholarships   :: The BIGSSS Ph.D. Program   :: Chinese Government Scholarships   :: Asian Graduate Student Fellowships 2012   :: KDI School Korea   :: Global UGRAD   :: PRESTASI - USAID   :: The Graduate Institute of Peace Studies   :: Erasmus Mundus Masters Program in Public Policiy   :: VLIR-UOS Scholarships   :: Workshop: Kapitalisme Global I   :: Clarendon Fund Scholarships   :: Call for Application Global South Scholars   :: Ancora Foundation Scholarship to Harvard University   :: Fujitsu Scholarship   :: Global South Scholar In-Residence Programme   :: Ph.D Scholarship for research on Political Representation in Southeast Asia   :: Scholarship in Leiden University   :: Asia Journalism Fellowship   :: Beasiswa DAAD Jerman
Integrasi Sosial, etnisitas, dan kemiskinan
Integrasi Sosial, Etnisitas dan Kemiskinan

Masalah integrasi sosial dan etnisitas serta kemiskinan, akan terus dihadapi oleh Indonesia. Hal ini disebabkan karena beberapa faktor. Pertama, karakter alamiah Indonesia sebagai negara plural akan selalu melahirkan masalah state and nation buildings. Kedua, masalah ini belum sepenuhnya selesai dan bahkan dipersulit oleh faktor kemiskinan dan kompleksitas hubungan antara masyarakat dan negara. Kesulitan dan masalah akan muncul jika negara gagal mewakili dan memenuhi kepentingan masyarakat yang majemuk tersebut, seperti terlihat dalam beberapa kasus belakangan ini dimana negara tidak hadir dalam berbagai masalah sosial dan konflik/kekerasan di akar rumput. Jadi, dapat dikatakan bahwa integrasi sosial akan terkait dengan kemampuan negara untuk memenuhi kepentingan masyarakat, state-building dan nation-building, serta masalah sosial ekonomi yang dihadapi oleh masyarakat. Masalah ini telah berkembang makin kompleks karena tekanan globalisasi dan demokratisasi yang melahirkan multi-identitas dan multi-loyalitas.

Integrasi sosial mengadung dua elemen besar yaitu integrasi pada tingkat infrastruktur, berupa unsur-unsur yang hidup dan berkembang dalam masyarakat seperti historic territory atau homeland, common myths dan kolektif memori sejarah, unsur budaya, dan ikatan ekonomi. Unsur kedua adalah integrasi institusional-politis dengan membentuk sistem politik, hukum, dan ekonomi yang mengatur persamaan hak dan kewajiban bagi seluruh anggota.

Kluster kajian tentang integrasi sosial akan mencakup:
  • Politik pembangunan, kesenjangan pusat-daerah, dan kesenjangan antar daerah, serta pengentasan kemiskinan
  • Pemberdayaan masyarakat
  • Conflict management, conflict resolution, post-conflict reconstruction: konflik horisontal dan vertikal
  • Gender, etnisitas dan agama
  • Bangsa (nation), nasionalisme, dan identitas nasional
  • State dan nation-building
  • Birokrasi dan integrasi nasional

Cakupan kluster integrasi nasional menggarisbawahi esensi dari masalah-masalah sosial, ekonomi, dan politik yang sedang adan akan dihadapi oleh Indonesia. Kajian tentang integrasi nasional akan bersifat interdisipliner untuk memberikan sumbangan pengayaan dan penajaman analisis-teoritis serta pemecahan masalah.
Filter     Order     Display # 
Item Title Hits
Call for Application 3718
 
<< Start < Prev 1 Next > End >>
Results 1 - 1 of 1
  • Industri Nasional  ( 1 items )
    Industri Nasional

    Dalam era global dan upaya peningkatan kesejahteraan dan pemberdayaan masyarakat, industri nasional memegang peran penting. Kajian dari perspektif teknologi akan melihat hubungan antara instrumen dan faktor teknologi terhadap peningkatan dan efisiensi industri nasional. Kajian dari disiplin ekonomi akan melihat besaran output dan penyiapan infrastruktur ekonomi untuk mencapai peningkatan dan efisiensi industri nasional.

    Industri nasional tidak lahir dari konteks sosial, ekonomi, politik yang vakum. Pengalaman banyak negara pada tahun 1960-an dan 1970-an yang menekankan pada substitusi ekspor dan nasionalisasi adalah pilihan-pilihan kebijakan politik dan sosial. Demikian juga halnya dengan pilihan kebijakan pembangunan dengan penekanan pada sektor-sektor tertentu pada periode-periode selanjutnya.

    Dari perspektif ilmu-ilmu sosial, beberapa aspek industri nasional sangat menarik dikaji:
    • Peran negara. Apakah negara akan menjadi regulator utama dalam menggerakan industri nasional? Pertanyaan ini pada dasarnya menjadi perdebatan tentang peran negara apakah manjadi negara maximalis atau negara minimalis
    • Transformasi masyarakat dalam proses, dan akibat dari pengembangan industri nasional: perubahan norma dan nilai, perubahan ikatan atau kohesi sosial, dan perubahan hubungan desa dan perkotaan. Termasuk aspek ini adalah pembentukan identitas dan loyalitas baru sebagai akibat tranformasi masyarakat.
    • Hubungan antara industri nasional dengan interaksi politik. Apakah industri nasional menjadikan masyarakat sebagai lebih independen ataukah justru menjadi lemah karena sempitnya ruang untuk bergerak yang diciptakan oleh negara melalui berbagai instrumen pembangunan nasional, khususnya kebijakan industri nasional.
    • Industri nasional dan globalisasi. Apakah kebijakan industri nasional akan memperkuat posisi masyarakat dan negara untuk bersaing pada tingkat global? Sektor-sektor apa yang harus dikembangkan untuk memberdayakan masyarakat dan negara? Apakah langkah ini akan membawa implikasi terhadap sistem politik, ekonomi, dan sosial?
  • Democracy &amp; Governance  ( 3 items )
    DEMOCRACY & GOVERNANCE

    Governance adalah suatu sistem penyelenggaraan pemerintahan untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan. Good governance secara umum diartikan bahwa penyelenggaraan pemerintahan untuk memenuhi tujuan dan kepentingan masyarakat harus dijalankan secara akuntabel dan transparan. Hal ini hanya bisa diwujudkan dalam sistem politik yang demokratis yang memberi ruang kebebasan bagi rakyat melalui mekanisme yang mereka sepakati untuk melakukan pengawasan terhadap penyelenggara pemerintahan. Karena itu demokrasi adalah dasar dari governance. Sementara itu, secara teknis, akuntabilitas harus didasarkan atas prinsip efisiensi dan efektifitas.

    Mungkin dapat dikatakan bahwa demokrasi tidak asing bagi sebagian besar orang. Tetapi masih banyak juga yang mempertentangkan antara demokrasi Barat dan demokrasi non-Barat atau Timur. Perbedaan Barat-Timur sering digunakan untuk menunjukkan atau mengklaim bahwa salah satu pihak mempunyai sistem demokrasi yang khas atau benar, dan bahwa nilai-nilai demokrasi pihak lain telah gagal membawa perbaikan ke arah pencapaian tujuan dan kepentingan. Padahal, sebagai nilai dan norma, demokrasi bersifat universal yaitu adanya penghormatan terhadap dan pelaksanaan hak-hak rakyat dan bahwa pemerintahan harus akuntabel yang berarti dapat diganti melalui sistem yang disepakati. Sementara itu sistem demokrasi adalah tentang bagaimana hak-hak rakyat tersebut diwujudkan dan disalurkan, serta bagaimana akuntabilitas tersebut dilaksanakan. Oleh karena itu, nilai dan norma demokrasi adalah universal, sementara itu sistem untuk menjamin dan mengimplementasi nilai dan norma tersebut bisa berbeda satu sama lain.

    Sebagai negara yang baru lepas dari sistem otoriter dan saat ini sedang berada dalam proses transformasi demokrasi, kluster kajian tentang demokrasi dan governance menjadi sangat penting, baik secara praktis maupun teoritis. Tidak hanya hal ini merupakan respon dari tuntutan domestik, melainkan juga untuk mempersiapkan Indonesia menghadapi karakter baru hubungan internasional yang kini menempatkan demokrasi dan good governance sebagai salah satu pilar diplomasi.

    Dari argumen di atas, kluster demokrasi dan governance akan difokuskan pada:
    • Sistem demokrasi dan kepartaian dalam masyarakat Indonesia yang plural
    • Reformasi birokrasi untuk membentuk governance yang akuntabel
    • Hubungan pusat dan daerah, termasuk tentang otonomi daerah dan administrasi pemerintahan
    • Civil society sebagai infrastruktur dari demokrasi
  • Global Awareness  ( 4 items )
    GLOBAL AWARENESS
    Kesadaran tentang globalisasi mencakup empat pemahaman besar. Pertama, negara tidak lagi menjadi satu-satunya aktor baik dalam hubungan-hubungan politik dan ekonomi baik di tingkat lokal, nasional dan internasional. Dengan demikian negara tidak lagi satu-satunya pemegang legitimasi politik. Banyak kebijakan-kebijakan ekonomi, sosial, dan politik yang tidak hanya dierptanyakan oleh individu dan masyarakat domestik, melainkan juga menjadi subyek dari perdebatan diluar batas negara yang bersangkutan. Selain itu, kedaulatan negara menjadi tidak mutlak karena sumber, dampak, maupun pemecahan masalah-masalah yang berkembang melampaui batas kedaulatan negara. Bahkan sulit, memisahkan secara mutlak masalah domestik dan masalah eksternal.
    Kedua, munculnya kombinasi kekuatan ekonomi dan teknologi informasi yang tidak dapat sepenuhnya dikontrol oleh negara. Oleh kaum realis, gejala ini dilihat sebagai ekspansi kekuatan negara besar; sebagai gejala munculnya aktor baru dalam dunia yang makin kompleks dan plural bagi kaum liberal; dan sebagai wujud dari kekuasaan kekuatan kapitalisme global bagi kaum Marxis dan Neo-Marxis. Meskipun demikian, ketiga, semua sepakat bahwa konsekuensi mendasar dari globalisasi adalah keterbukaan (openess), persaingan (competition) dan efisiensi.

    Terakhir, keempat, interaksi global memunculkan masalah-masalah transnasional yang hanya dapat diatasi melalui kerjasama internasional. Paradigma neo-fungsionalisme melihat hal ini sebagai jalan ke arah integrasi regional. Disinilah hubungan antara individu, kelompok dan masyarakat, negara, dan aktor-aktor global/internasional melahirkan saling ketergantungan dan saling vulnerabilitas yang tinggi satu sama lain. Mereka menjadi sensitif satu sama lain.

    Kesadaran tentang globalisasi seperti di atas memunculkan pentingnya kajian tentang:
    • Hubungan antara negara, pasar, dan masyarakat (state, market, and society)
    • Perubahan-perubahan besar yang digerakkan oleh teknologi informasi, gerakan individu, dan masyarakat, serta modal (kekuatan ekonomi) lintas nasional
    • Integrasi regional baik dibidang ekonomi, politik, dan budaya-sosiologis
    • Masalah-masalah transnasional dan global: money laundrering, migrant workers, terorisme, drug trafficking, illegal migration, penyelundupan senjata, kejahatan cyber (cyber crimes), dan masalah-masalah lingkungan hidup
    • Munculnya masalah identitas sebagai basis interaksi dan kepentingan individu dan masyarakat baik pada tingkat domestik maupun internasional