 |
Current Issue - Vol. XXVIII No. 74
|
|

ANTROPOLOGI
INDONESIA no. 74 berusaha menyajikan pemahaman yang berbeda mengenai
kekerasan di Indonesia bagian Timur dengan fokus tidak pada
kerusuhan-kerusuhan itu sendiri, tetapi pada berbagai perspektif
dan konsekuensi kerusuhan yang tetap marginal buat media massa.
Kajian-kajian dalam edisi ini memberikan gambaran tentang komuniti
yang berada di pinggir konflik-konflik yang besar, namun tetap
bereaksi terhadap, dan mengkhawatirkan adanya konflik-konflik
tersebut. Kajian-kajian ini mengikuti jejak orang-orang yang
terbawa arus pengungsi yang muncul di awal kerusuhan, serta
menggambarkan usaha orang-orang yang terpindahkan dalam
menyesuaikan diri dengan tempat dan situasi baru sekaligus
mengatasi masa lalu yang penuh trauma. Terakhir, kasus-kasus ini
menggambarkan proses-proses politik yang timbul akibat konflik,
upaya-upaya untuk membangun kembali perasaan komunitas melalui
kerja LSM lokal dan penghidupan kembali tradisi.
|
Previous Issue - Vol. XXVIII No. 73
|
|
Bagaimana
antropologi mengkaji dunia cyber yang seolah-olah tidak kasat mata?
Persoalan metodologis apa yang dihadapi antropologi ketika
meneliti komunitas maya tersebut? Isu-isu apa yang menarik untuk
dikaji para etnografer yang terkait dengan dinamika dunia cyber?
Mungkin itulah sedikit pertanyaan yang dicoba untuk dijawab oleh
para penulis dalam edisi ANTROPOLOGI INDONESIA no.73 ini. Semua
artikel dalam edisi khusus ini masih bersumber dari
makalah-makalah yang dipresentasikan pada Simposium ...
 |
Previous Issue - Special Volume 2002
|
|
..
After 26 years in printed edition, starting from 2002, ANTROPOLOGI
INDONESIA expands the medium by providing electronic edition to invite
wider range of reader. For their convenience, the editors have the
policy to publish the articles in English, and some of them, which were
written in Bahasa Indonesia, have been translated into English. In this
special volume, the editors choose seven articles selected from three
publications (vol 67, 68, 69) with permission from the authors ...
 |
ANTROPOLOGI INDONESIA Journal by year of publication:
|
|
| 1969-1973 | 1974
| 1975 | 1976
| 1977 | 1978
| 1980 |
| 1985-1986 | 1989
| 1991 | 1992
| 1995 | 1997
| 1998 |
| 1999 | 2000
| 2001 | 2002
| 2003 | 2004
| |
Please Install
Adobe® Reader® to view the article in this website.
this website is
supported by:
The Ford
Foundation
http://www.fordfound.org/ |
|
last updated:
21 April 2005 |
| |
|
 |
4th International Symposium of JAI
|
INDONESIA IN THE CHANGING GLOBAL CONTEXT: BUILDING COOPERATION
AND PARTNERSHIP?
12-15 July 2005, Faculty of Social and Political Sciences,
University of Indonesia, Depok
'Rebuilding Indonesia as a nation of "unity in
diversity" on the basis of a multicultural paradigm' as strongly
emphasized in the 3rd international symposium of the Journal
ANTROPOLOGI INDONESIA in 2002, is still an ongoing question for
all concerned. Has Indonesia been able to successfully rebuild its
nation towards a prosperous and just country for every citizen and
group regardless of differences in regional and ethnic background,
religion and occupation, needs and interests?... |
Regional Workshop
|
17-19 June 2003, University of Indonesia, Depok
This workshop on multicultural education is
conceived as an initial step in shedding light on the issues
presented above. It will provide a forum in which academics,
practitioners and other stakeholders can discuss multiculturalism
and multicultural education, and to learn from the successes and
failures of other nations... |
New Publication
|
|
All the essays collected in this book are fruitful results of
the Multicultural Education Workshop held in June 17-19 2003 in
the University of Indonesia, Depok, Indonesia. Initiated by the
Jurnal Antropologi Indonesia, this workshop intended to throw
light upon the multicultural aspects in education. This particular
matter has been previously brought up during the 3rd International
Symposium of the Jurnal Antropologi Indonesia in Denpasar, Bali,
in 2002.

|
Book Launching & Book Review
|
10 Maret 2003, R. AJB Bumiputera, FISIP-UI, Depok
Speaker: R. Yando
Zakaria (INSIST); Anu Lounela (Antropologi - Finlandia); George
Aditjondro (CeDSoS)
Reviewer: Maria S.W. Sumardjono
(Badan Pertanahan Nasional)
Moderator: Iwan Tjitradjaja
(Antropologi - UI)
... kajian dalam buku yang ditulis oleh kaum aktivis lapangan ini
memiliki sejumlah kelebihan. Dengan analisis yang tajam dan
didampingi oleh sejumlah studi kasus, buku ini melihat kasus tanah
dalam relasi yang amat luas. Tanah, rakyat, negara, dan modal
merupakan bingkai yang memayungi sejumlah tulisan yang sangat
berharga untuk dibaca. Buku ini tepat untuk menjadi bahan bacaan
aktivis gerakan sosial, kalangan akademisi, dan masyarakat awam.
 |
|
|
|
|
|
|
|